BIMA,Kabaroposisi–Segenap Kelompok pengelola Sarana Air Minum dan Sanitasi(KPSPAMS) Desa Dori Dungga mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada BPBD, BNPB, POLRI Resort Bima, TNI, atau pihak lainnya selama ini turut membantu warga kami mengatasi krisis Air bersih dengan menyuplai Air dengan mobil Tangki. Demikian disampaikan Sudirman, S. Sos, warga Doridungga lewat media ini, Kamis 24 Oktober 2019.
Lebih tegasnya dirinya sampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Bupati Bima dalam hal ini dinas Perkim atas perannya saat ini. Pasalnya, kekeringan Air bersih mampu teratasi di Doridungga dikarenakan saat ini Doridungga telah dapat mengoptimalkan pengoperasian Pompa Airnya hingga dapat mengairi pada seluruh Dusun dalam Desanya”, ucap sudirman.
Cerita dia, dua Desa yang mengalami krisis air bertahun-tahun selama ini kerap terjadi konflik antar desa karena masalah-masalah lain, tapi sasaran selalu pipa air yg menuju doridungga yang sasaran dipotong. Sehingga kerap masyarakat desa dengan 800 kk harus mengambil air dengan ojek dan disuplay mobil tangki air oleh polri, BPBD. 
“Latar belakang itu yang mendorong mereka gigih memperjuangkan utk membangun sistem penyediaan air Minum (DPAM) bersumber dari dalam desa sendiri, berkat bantuan pemda Bima”, tegas Tokoh pemuda tersebut.
Lebih lanjut,Tenaga Tekhnis pembuatan Kedudukan Pompa Air pada dasar sungai yang kedalaman tebing sekitar 150 M.Dengan pengalaman dirinya di Program pemberdayaan sebelumnya (PNPM Mandiri) memberanikan diri tuk menjadi tekhnisi pada Air ini, karena tidak berdasarkan Ijazah teknik banyak kalangan masyarakat  tidak percaya bahwa Air ini akan gagal terbawa banjir seperti 2017 lalu.
Sudirman berharap ini tidak akan terjadi lagi seperti 2017 lalu, bantuan ini merupakan dukungan pemerintah daerah melalui dinas perkim,” ungkapnya.
Ditempat terpisah Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Taufik, ST, MT. Perjuangan warga doridungga Kecamatan Donggo cukup menyita perhatian banyak pihak, pemerintah pusat, provinsi, dan Kabupaten Bima.  
Dibawah komando dan koordinasi Ibu Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri, SE disusun rencana penangananya dengan mengambil air di sumber OI KANGGA’A dengan kedalaman 250 meter dari ketinggian kampung yang akan dilayani.  
Taufik mengungkapkan Kolaborasi APBD PAMSIMAS APBDes Dori Dungga perlahan masalah krisis air teratasi. Lebih lanjut, hal ini bisa menjadi inspirasi desa-desa lainnya.  Banyak desa yang memperoleh air dengan gratis tapi sering mengalami masalah karena salah/tidak di kelola dg baik. 
Sambungnya, masyarakat masih menganggap air barang bebas bisa diakses gratis kapan dan dimana saja, mereka tidak sadar bahwa ketika air langka maka air yg semula barang sosial menjadi barang ekonomi yg harus dibayar mahal.  
Kepala Perkim ini menyampaikan, Kasus doridungga dari membeli air 5 jirgen/hari seharga Rp. 10.000 sekarang mereka bisa memperoleh air setiap saat dengan biaya Rp. 25.000/bulan.  Manfaat ini yg mendorong mereka gigih memelihara SPAM yang ada agar bermanfaat untuk waktu yg panjang. SEMOGA INSPIRASI MENGELOLA SPAM Tumbuh mulai dari Desa Doridungga.(koo1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *